Selasa, 14 Maret 2017

Matematika & Ilmu Alamiah Dasar

Matematika & Ilmu Alamiah Dasar

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar

Apa itu Matematika?


Matematika adalah ilmu yang memepelajari tentang perhitungan, pengkajian dan menggunakan nalar atau kemampuan berpikir seseorang secara logika dan pikiran yang jernih. Tidak hanya berhubungan dengan angka-angka saja tetapi, matematika juga berhubungan atau mempelajari tentang logika. Karena secara alamiah, logika pada dasarnya sudah ada sejak manusia itu dilahirkan, karena logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Oleh karena itu, logika dapat mempengaruhi suatu tingkah laku manusia itu sendiri. Hal ini sangat berhubungan dengan ilmu psikologi.

Kebanyakan orang berpikir bahwa matematika tidak ada hubungan nya dengan psikologi karena orang-orang tersebut berfikir bahwa psikologi hanya mempelajari tentang sosial dan matematika hanya mempelajari tentang angka-angka. Tapi ternyata, banyak diantara cabang ilmu matematika, yang diterapkan pada ilmu psikologi, contohnya : statistika, himpunan, logika, dan lain-lain. Biasanya cabang ilmu – ilmu itu diterapkan dalam bentuk tes psikologis (statistika), logika yang ada hubungannya dengan kepemimpinan (kepemimpinan dibahas dalam ilmu psikologi), dan sebagainya.
Matematika juga bisa disebut sebagai ilmu Logika, contoh nya pada tes masuk Perguruan Tinggi, para calon mahasiswa/i biasanya harus mengikuti tes terlebih dahulu, yaiu sebuah tes tulis dengan materi Bahasa Inggris,dan matematika.

Apa itu Ilmu Alamiah Dasar?

Ilmu Alamiah Dasar jika dipenggal berasal dari tiga suku kata.Ilmu artinya bagian dari ilmu pengetahuan manusia.Alamiah artinya terjadi dengan sendirinya dan dasar artinya permulaan suatu bentuk.Istilah ini berasal dari Eropa Daratan (Belanda,Jerman,Inggris,dan Amerika).Yang mana istilah ini masuk ke indonesia pada zaman yang berbeda-beda. Ilmu alamiah dapat dilihat dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas ilmu mencakup semua pengetahuan, termasuk matematika dan filsafat. Sedangkan dalam arti sempit ilmu mencakup pengetahuan deskriptif saja, diluar itu adlah non ilmiah.

Ilmu Alamiah Dasar (IAD) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja. Bagian-bagian dari Ilmu Alamiah Dasar meliputi penciptaan manusia yang telah diberikan akal untuk berfikir, lahirnya ilmu alamiah, keterbatasan ilmu alamiah, pembagian ilmu pengetahuan dsb. Berikut pemaparannya.

Ikan Lamprey

Sejenis ikan yang bentuknya panjang & tidak bersisik mirip belut. Walaupun penampilannya menyerupai belut, tapi ini bukanlah belut karena keduanya memiliki banyak perbedaan fisik. Perbedaan fisik pertama bisa dilihat pada kepalanya di mana hewan ini tidak memiliki rahang layaknya belut, namun memiliki mulut berbentuk seperti cakram. Hewan ini juga memiliki 7 buah lubang insang di masing-masing sisi tubuhnya & kerangka dalam yang rawan, sementara belut tidak.

Hewan ini dapat ditemukan di seluruh perairan tawar beriklim tropis & subtropis di seluruh dunia, kecuali di Afrika. Selain di perairan tawar, sebagian kecil spesies ini juga bisa ditemukan di pantai & laut lepas. Hewan ini mendapat julukan "vampirnya para ikan". Hewan ini hidup dari menghisap darah ikan-ikan lain yang berukuran lebih besar dari dirinya. Saat makan, mula-mula hewan ini akan menempelkan mulutnya yang mirip penghisap ke kulit korbannya, lalu melubangi kulit mangsanya tersebut dengan gigi-giginya yang kecil & mulai menghisap darahnya. Selain dengan menghisap darah ikan lain, beberapa spesies hewan ini yang hidup di air tawar hidup dari memakan plankton.

Hewan ini memiliki siklus hidup anadromus yang berarti mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut, namun pergi ke perairan tawar untuk memijah. Saat musim kawin tiba - yang berlangsung pada bulan Maret hingga Juni, hewan ini dewasa akan bermigrasi dalam jumlah besar ke sungai-sungai. hewan ini betina akan melepaskan telur-telur yang jumlahnya mencapai 300.000 butir ke dalam cekungan di dasar sungai yang sudah dibuat oleh pejantan, lalu keduanya mati. Telur dari hewan ini selanjutnya menetas menjadi larva selama 3 - 5 tahun berikutnya. Selama periode tersebut, mata & mulut penghisap dari larva hewan ini secara perlahan berkembang. Sesudah kedua organ tersebut berkembang sempurna, ketika muda hewan ini akan pergi ke laut atau danau & mulai mengkonsumsi darah ikan lain sebagai makanannya.kematangan seksual pada usia 3 tahun & bisa mencapai ukuran maksimal 1 m.

Hewan ini sudah ada pada zaman dahulu dikonsumsi oleh para penduduk Eropa & Asia Timur sebagai makanan. Di era Romawi Kuno & Abad Pertengahan, hewan ini dianggap sebagai makanan kaum elit karena hanya dikonsumsi oleh para bangsawan pada masa itu. Selain untuk dimakan, manfaat lain dari hewan ini untuk manusia adalah sebagai subjek penelitian otak karena karakteristik fisik hewan ini yang terkesan primitif bila dibandingkan dengan hewan-hewan vertebrata lainnya sehingga sistem otak & syaraf dari hewan ini pun relatif sederhana.

Hewan ini tidak selamanya dianggap sebagai hewan yang bermanfaat. Di peternakan-peternakan salmon, hewan ini dianggap sebagai hama karena kerap menyerang & menghisap darah dari ikan-ikan yang dipelihara. Di Amerika Utara, hewan ini juga dianggap sebagai spesies invasif karena kerap menyerang ikan-ikan komersial. Salah satu cara yang banyak dicoba untuk menekan populasi hewan ini di Amerika Utara adalah dengan memakai lamprisida, sejenis racun yang hanya mematikan bagi hewan ini.

Mitos Baju Hijau di Parangtritis

Asal muasal adanya larangan memakai baju hijau saat berada di pantai selatan bermula ketika Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram ingin mencari kekuatan gaib.

Panembahan Senopati yang bernama Raden Danang Sutawijaya mencari petunjuk untuk bisa mengalahkan Kerajaan Pajang yang dipimpin Joko Tingkir, sekaligus ingin memperluas kekuasaan Mataram. Dia bersemedi di kawasan pantai selatan.

Sutowijoyo kemudian ditemui Ratu Laut Selatan dengan berwujud seorang putri yang sangat cantik jelita, lengkap dengan pakaian berwarna hijau. Sosok Nyi Roro Kidul selalu menampakkan diri dengan baju hijau ketika bertemu dengan Panembahan Senopati.

Keduanya kemudian mengadakan suatu perjanjian gaib, di mana Panembahan Senopati harus menikah dengan Ratu laut Selatan bila ingin kekuasaannya langgeng, makmur, selamat, dan digdaya. Ikatan janji itu ternyata tidak hanya berlaku untuk Sutawijaya, tetapi juga anak-cucu, keturunan, dan raja-raja penerusnya.

Karena setiap kali bertemu Nyi Roro Kidul selalu mengenakan pakaian berwarna hijau, akhirnya Panembahan Senopati membuat pengumuman kepada rakyat Mataram (sekarang Yogyakarta dan Surakarta / Solo) untuk tidak memakai baju hijau saat berada di pantai selatan, seperti parangtritis, parangkusumo, dan lainnya.

Larangan dari titah Raja pendiri Kerajaan Mataram pertama itulah yang sampai sekarang ini dipegang teguh oleh masyarakat. Itulah sejarah, asal-usul atau legenda yang menjadi alasan kenapa ada larangan tidak boleh memakai baju hijau di pantai selatan.

Jumat, 06 Januari 2017

Toyota Gagal Rancang Transmisi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner Terbaru



Benarkah Toyota gagal rancang transmisi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner terbaru? Auto Bild mempertemukan konsumen Toyota ini di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan (24/10), untuk mendengar langsung keluhan mereka.
Auto Bild mempertemukan konsumen Toyota ini di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan (24/10), untuk mendengar langsung keluhan mereka. Turut hadir mekanik bengkel umum kawakan, Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed Motorsport. Tujuannya guna memberikan tinjauan logis terhadap masalah yang ada dari pihak independen.

Namanya sistem, tentu punya kerja yang saling terkait antar komponennya. Tak terkecuali sistem transmisi otomatis Kijang Innova dan Fortuner yang belakangan ini dikeluhkan pengguna. Menanggapi masalah ini, Taqwa yang pernah menjadi race supporting engineer di ajang Formula One (2007-2009) menekankan perlunya memahami dulu aspek-aspek penting yang menopang kerja transmisi.

“Dalam masalah transmisi ini, perlu diketahui bahwa ada peranti lunak yang mengisi ECU dan tentunya girboks itu sendiri,” ucapnya. Apabila mengacu pada penuturan para konsumen, pemetaan ulang ECU dengan penanaman peranti lunak yang baru telah dilakukan sebagai bentuk penanganan bengkel resmi.

Namun, masalah tidak clear dengan begitu saja. Jeffie misalnya, mengaku walaupun mobilnya telah mendapat penanganan seperti itu masih tersisa gejala yang sama meskipun tingkatnya berkurang.

Menurut Taqwa, saat ini mobil diproduksi secara global, baik sasis, mesin, girboks dan ECU. Tidak seperti dulu, tiap mobil meskipun hanya berbeda bahan bakar tapi ECU-nya berbeda.

Ia menambahkan, saat ini satu ECU dapat digunakan di semua platform. Hal ini menjadi kemungkinan adanya ketidakcocokan ECU dengan girboks atau mesin yang menyebabkan timbulnya entakkan pada transmisi atau pun lambatnya respons atas perintah. Salah satu hal yang dilakukan pabrikan biasanya untuk mengatasi hal ini adalah remap ECU atau update software.

“Jadi hasil performa transmisi ditentukan kombinasi ECU dan girboks,” lanjut Taqwa. Apabila demikian, apakah artinya Toyota gagal membuat rancangan transmisi untuk produknya karena tidak didapat kombinasi yang sesuai? “Saya yakin formula terbaiknya sudah ditemukan waktu mereka riset,” jawab Taqwa.

Barulah tanda tanya muncul setelah konsumen mengaku adanya sederet masalah. Di lain cerita, pemetaan ulang ECU juga sempat dialami konsumen Toyota Fortuner VRZ yang ikut hadir bernama Ryanto asal Jakarta Barat.

“Sebelumnya, saya sudah remap ECU beberapa kali. Gejala jeduk pada transmisi itu memang berkurang. Tapi sekarang transmisi terlalu cepat ganti gigi saat melaju,” ujar Ryanto. Hal ini tentunya dirasa mengganggu karena mobil tidak mendapat tenaga yang seharusnya di setiap gigi.

Taqwa berpendapat, setiap program ECU punya orientasi masingmasing terkait kerja transmisi. “Ada yang targetnya mengejar emisi, tapi ada pula yang targetnya mengejar torsi,” sambung Taqwa. Keduanya bisa jadi dasar penentuan jadwal shifting transmisi.

Untuk diketahui, pematokan jadwal shifting transmisi yang berorientasi mengejar tingkat efisiensi dan emisi jamak diterapkan di negara-negara maju. Lantaran hal ini menjadi salah satu tolok ukur penentuan pajak kendaraan. Seperti diketahui, Fortuner merupakan produk global.

“Jadi kalau sudah meng-update software tapi masalahnya belum beres semua berarti perlu dilihat girboksnya. Intinya jangan menutup kemungkinan dari salah satu. Dari keduanya bisa jadi sebab,” sambung pria yang juga menangani mobil di balap Lamborghini Huracan se-Asia tersebut.

Para konsumen ini mengaku khawatir masalah ini terus muncul di mobil mereka hingga melewati masa garansi. Untuk itulah, mereka berharap adanya extended warranty.

Reaksi Toyota



Akhirnya, setelah menerima laporan, kini PT Toyota Astra Motor (TAM) telah memberikan konfrimasi resminya terkait masalah yang terjadi pada sistem transmisi untuk varian All New Innova dan Fortuner. Keluhan tersebut awalnya muncul dari media sosial dan sudah mulai tersebar luas di masyarakat.

Terkait keluhan konsumen tersebut, Henry Tanoto selaku Vice President Director PT TAM mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerima beberapa keluhan yang dilontarkan konsumen dan sudah dilakukan sebuah pengecekan.  Dan hasilnya, TAM menilai masalah tersebut tidak perlu ditindak lanjuti dengan penarikan produk atau recall. “Penguncian itu dibuat lebih kuat, maksudnya biar safety yang lebih baik. Kejadian ini hanya di kondisi dan pemakaian tertentu. Misalnya, di posisi (jalanan) miring sekali atau turunan, saat (tuas transmisi) dipindah ke ‘P’ itu ternyata membuat pengunciannya lebih kuat lagi,” jelas Henry, beberapa waktu lalu.

Jika mobil mengalami kondisi yang demikian maka kendaraan akan menimbulkan sebuah bunyi dan sedikit hentakan. Hal tersebut lah yang akgirnya membuat para pengguna Fortuner maupun Innova terbaru akhgirnya merasa tak nyaman dan kemudian mereka pun saling tanya jawab atau berkonsultasu melalui media sosial. “Namun sebenarnya itu bisa enggak berbunyi dalam penggunaan tertentu. Contoh, pada saat dia mau parkir, rem tangan dulu baru dia pindahkan giginya. Nah setelah dipindahkan lagi engga bunyi. Sebenarnya kalau di jalan rata, enggak (bunyi),” tambahnya.

Pendapat Saya
    Seharusnya pihak toyota cepat mengurus dan menyelesaikan masalah ini,karena dikhawatirkan semakin banyak pembeli mobil tersebut yang kecewa dan bahkan menjadi beralih ke merek lain dan  juga mendapat cap produk gagal. Menurut saya,mungkin transmisi yang baru tersebut belum pas untuk mobil itu tetapi tetap dipasang oleh toyota untuk persaingan pasar industri. Semoga masalah transmisi tersebut dapat cepat diatasi oleh toyota dan tidak ada kejadian serupa lagi

Jumat, 04 November 2016

KASUS MARSINAH

HAM  YANG TERLUPAKAN

Kita semua pasti tau tentang Marsinah. Marsinah hanyalah seorang buruh pabrik dan aktivis buruh yang bekerja pada PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong Sidoarjo, Jawa Timur. Ia ditemukan tewas terbunuh pada tanggal 8 Mei 1993 diusia 24 tahun. Otopsi dari RSUD Nganjuk dan RSUD Dr Soetomo Surabaya menyimpulkan bahwa Marsinah tewas kerena penganiayaan berat.
Marsinah adalah salah seorang dari 15 orang perwakilan para buruh yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan. Awal dari kasus pemogokan dan unjuk rasa para buruh karyawan CPS bermula dari surat edaran Gubernur Jawa Timur No. 50/Th. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. Himbauan tersebut tentunya disambut dengan senang hati oleh karyawan, namun di sisi pengusaha berarti tambahannya beban pengeluaran perusahaan.
Pada pertengahan April 1993, Karyawan PT. Catur Putera Surya (PT. CPS) Porong membahas Surat Edaran tersebut dengan resah. Akhirnya, karyawan PT. CPS memutuskan untuk unjuk rasa tanggal 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan upah dari Rp 1700 menjadi Rp 2250.
Siang hari tanggal 5 Mei, tanpa Marsinah, 13 buruh yang dianggap menghasut unjuk rasa digiring ke Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo. Di tempat itu mereka dipaksa mengundurkan diri dari CPS. Mereka dituduh telah menggelar rapat gelap dan mencegah karyawan masuk kerja. Marsinah bahkan sempat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya yang sebelumnya dipanggil pihak Kodim. Setelah itu, sekitar pukul 10 malam, Marsinah lenyap.
Mulai tanggal 6,7,8, keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 8 Mei 1993.
Pada tanggal 30 September 1993 dibentuk tim Bakorstanasda Jatim  untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan Marsinah. Sebagai penanggung jawab Tim Terpadu adalah Kapolda Jatim dengan Dan Satgas Kadit Reserse Polda Jatim dan beranggotakan penyidik/penyelidik Polda Jatim serta Den Intel Brawijaya.
Delapan petinggi PT CPS ditangkap secara diam-diam dan tanpa prosedur resmi, termasuk Mutiari selaku Kepala Personalia PT CPS dan satu-satunya perempuan yang ditangkap, mengalami siksaan fisik maupun mental selama diinterogasi di sebuah tempat yang kemudian diketahui sebagai Kodam V Brawijaya. Setiap orang yang diinterogasi dipaksa mengaku telah membuat skenario dan menggelar rapat untuk membunuh Marsinah. Pemilik PT CPS, Yudi Susanto, juga termasuk salah satu yang ditangkap.
Baru 18 hari kemudian, akhirnya diketahui mereka sudah mendekam di tahanan Polda Jatim dengan tuduhan terlibat pembunuhan Marsinah. Pengacara Yudi Susanto, Trimoelja D. Soerjadi, mengungkap adanya rekayasa oknum aparat kodim untuk mencari kambing hitam pembunuh Marsinah.
Secara resmi, Tim Terpadu telah menangkap dan memeriksa 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Marsinah. Salah seorang dari 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan tersebut adalah Anggota TNI.
Hasil penyidikan polisi ketika menyebutkan, Suprapto (pekerja di bagian kontrol CPS) menjemput Marsinah dengan motornya di dekat rumah kos Marsinah. Dia dibawa ke pabrik, lalu dibawa lagi dengan Suzuki Carry putih ke rumah Yudi Susanto di Jalan Puspita, Surabaya. Setelah tiga hari Marsinah disekap, Suwono (satpam CPS) mengeksekusinya.
Di pengadilan, Yudi Susanto divonis 17 tahun penjara, sedangkan sejumlah stafnya yang lain itu dihukum berkisar empat hingga 12 tahun, namun mereka naik banding ke Pengadilan Tinggi dan Yudi Susanto dinyatakan bebas. Dalam proses selanjutnya pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung Republik Indonesia membebaskan para terdakwa dari segala dakwaan (bebas murni). Putusan Mahkamah Agung RI tersebut, setidaknya telah menimbulkan ketidakpuasan sejumlah pihak sehingga muncul tuduhan bahwa penyelidikan kasus ini adalah “direkayasa”.
Kasus ini menjadi catatan ILO (Organisasi Buruh Internasional), dikenal sebagai kasus 1713.  Hingga kini kasus Marsinah tetap menjadi misteri dan menjadi sejarah kelam ranah hukum di Indonesia.
Lalu dimana keadilan di Indonesia? Harapan seorang wanita yang menuntut keadilan dihempaskan begitu saja, bahkan nyawa pun melayang tak dihargai. Pelanggaran ham yg terjadi pada Marsinah adalah pelanggaran ham yg menyangkut pembunuhan dan penganiayaan.
Padahal Marsinah hanya meminta keadilan atas perilaku atasanya untuk menaikkan gaji minimum. tetapi atasannya itu tidak menepati janjinya, sehingga marsinah pun melakukan aksi demo, setelah kejadian itu marsinah dbunuh. jadi pelanggaran ham yang terjadi disini adalah pelanggaran hak hidup marsinah, dan juga hak tuk mengeluarkan pendapat.
Tak seharusnya yang berjuang menuntut keadilan demi kepentingan orang banyak diperlakukan seperti itu. Tindakan pemerintah pun menggcewakan,karena kasus marsinah termasuk kasus yang belum selesai sampai sekarang. Seharusnya pemerintah mengusut hingga tuntas kasus ini,karena kasus ini merupakan pelanggaran HAM yang berat,yaitu hak untuk hidup.
Karena jika tidak diusut sampai tuntas,dikhawatirkan akan ada kejadian serupa seperti yang dialami oleh Marsinah. Selain Marsinah, pembunuhan aktifis HAM lainnya yaitu antara lain Munir yang kasusnya juga tak kunjung selesai.
 Mungkin saja sudah ada kejadian yang serupa namun tidak tersorot oleh media massa yang ada, dan ini menjadi bukti bahwasannya pemerintah tidak dapat melakukan tanggung jawab mereka dengan baik, yaitu mengabdi kepada masyarakat yang pada dasarnya pemerintah itu ada karena rakyat.
HAM sebuah hak yang kita miliki sejak lahir, dalam kasus ini hak dari seorang Marsinah dikunci mati untuk memperjuangkan  hak teman-teman buruhnya, yang akhirnya Marsinah tewas sebagai peredam aksi buruh di beberapa tempat lainnya di Indonesia saat itu.
Jika kita membicarakan penegakan hukum di Indonesia terutama dalam hal Hak Asasi Manusia, kita hanya akan mendapatkan ketidakpastian hukum yang berlaku di Indonesia.
Dan jika menanyakan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini maka kita hanya mendapatkan sebuah kenihilan. Tidak adanya penegakan hukum kasus Marsinah menimbulkan tanda tanya besar yang mengartikan bahwa pihak Penegakan hukum di Indonesia masih belum menunjukan keberaniannya.
Tetapi perjuangan Marsinah mendapat sebuah anugerah dari Republik Indonesia yaitu memperoleh penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun yang sama. Kasus ini menjadi catatan ILO (Organisasi Buruh Internasional), dan dikenal sebagai kasus 1713. Namun apa artinya sebuah penghargaan jika keadilan tak diperhitungkan.

Begitu besarnya perjuangan seorang wanita bernama Marsinah, hingga nyawa dia harus menjadi gantinya, penghargaan ini akan menjadi pengganti perjuangan marsinah dan penyelidikan lebih detail harus dlanjutkan untuk menyelesaikan kasusnya dan mengetahui siapa dalang yang sebenarnya.

Jumat, 28 Oktober 2016

KENAKALAN REMAJA
                               



Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Menurut wikipedia, Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak kedewasa.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.
                                                    
Masalah kenakalan mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja :

1.       Penyalahgunaan narkoba
2.       Seks bebas
3.       Tawuran antara pelajar

Penyebab terjadinya kenakalan remaja
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).

Faktor internal:
1.      Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

2.      Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:
1.      Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.

2.      Teman sebaya yang kurang baik

3.      Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:

1.      Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2.      Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.

3.      Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.

4.      Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.

5.      Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Referensi :
id.wikipedia , belajarpsikologi.com
http://artikelmateri.blogspot.co.id/2015/12/kenakalan-remaja-pengertian-adalah-contoh-penyebab.html


Minggu, 09 Oktober 2016

Kenakalan Remaja

Kenakalan Remaja
kenakalan remaja

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.Menurut wikipedia, Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak kedewasa.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.
                                                  

            Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

 

  Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.

  Santrock Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”
 Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?

Masalah kenakalan mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

·         Penyalahgunaan narkoba
·         Seks bebas
·         Tawuran antara pelajar
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
1.      Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2.      Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:
1.      Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2.      Teman sebaya yang kurang baik
3.      Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:

1.      Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2.      Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
3.      Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
4.      Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
5.      Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.


Referensi : id.wikipedia.org , belajarpsikologi.com